Selamat datang di Srisadhana Amerthanadi

Digital Printing No. 1 Di Nusa Penida

Srisadhana Amerthanadi adalah UMKM pionir di Nusa Penida, Bali, yang didirikan pada 18 Januari 2010 oleh Dewa Herbie (beroperasi sejak 2008). Berfokus pada layanan digital printing, percetakan berkualitas setara offset, fotokopi, cetak foto/brosur/poster, service komputer, serta penjualan ATK dan aksesoris.

Nama “Srisadhana Amerthanadi” terinspirasi dari filosofi Hindu Bali, melambangkan aliran kemakmuran dan rejeki abadi, dengan logo ikonik berupa pis bolong (koin berlubang) sebagai simbol harmoni dan keberuntungan.

Faces Of Indonesia

Cerita di Balik Logo Srisadhana Amerthanadi

Logo Srisadhana Amerthanadi - Digital Printing Nusa Penida

Logo Srisadhana Amerthanadi merupakan representasi visual dari sebuah perusahaan digital printing dan imaging yang berbasis di Nusa Penida, Bali, didirikan sejak 2010 (beroperasi sejak 2008). Desainnya sederhana namun sarat filosofi Hindu Bali, dengan latar belakang hitam, teks putih dalam aksara Bali dan Latin, serta elemen simbolis utama berupa koin bolong (uang kepeng Cina dengan lubang persegi di tengah) yang dikelilingi lingkaran kuning.

Pada Desain Logo kali ini Elemen aksara Bali menjadi bagian integral yang memperkaya makna filosofis Hindu Bali. Logo ini menggabungkan teks Latin dengan aksara Bali pada simbol pis bolong (uang kepeng), menciptakan harmoni antara tradisi kuno dan identitas modern perusahaan digital imaging.

Logo ini tidak hanya identitas bisnis, tapi juga doa filosofis: membawa kemakmuran harmonis melalui layanan digital imaging sejak 2010. Desainnya mencerminkan akar budaya Bali yang kental sambil tetap modern dan profesional.

1. Arti Nama

Arti nama “Srisadhana Amerthanadi” ini terinspirasi dari mitologi Hindu Bali, diciptakan oleh mendiang :
Jero Mangku I Dewa Gede Matur
(kakek pendiri).

Merujuk pada Dewi Sri, dewi kemakmuran, rejeki, dan kecantikan (sering disamakan dengan Dewi Lakshmi atau Dewi Danu di Bali)

Nama Dewa Sadhana, dewa keberlimpahan, uang, dan kekayaan. Dalam ajaran Hindu, juga melambangkan persatuan dualisme (Purusa dan Prakerti, maskulin dan feminin, atau simbol harmoni kosmik).

Amertha” berarti air kehidupan/abadi (amerta), “Nadi” berarti sungai/aliran. Secara keseluruhan, melambangkan aliran rejeki abadi dan kemakmuran.

Makna keseluruhan: Sungai air kehidupan yang membawa kemakmuran dan keberlimpahan. Cocok dengan tagline “perfect solutions for digital imaging”, menyiratkan solusi sempurna yang mengalir seperti rejeki, serta harmoni dalam penciptaan gambar digital.

2. Arti Warna dalam Logo

Elemen warna pada logo Srisadhana Amerthanadi menggunakan perpaduan warna Hitam, Putih, dan Kuning/Emas

Warna Hitam Melambangkan misteri, kekuatan, elegansi, dan kedalaman. Dalam konteks Hindu, hitam sering dikaitkan dengan kesucian absolut atau kekosongan (shunya) yang menjadi dasar segala penciptaan.

Warna Putih merupakan simbol kesucian, kejernihan, dan cahaya ilahi. Mewakili kemurnian solusi yang ditawarkan perusahaan.

Warna Kuning/Emas pada lingkaran dan elemen koin merupakan  Warna suci dalam Hindu Bali, melambangkan kemakmuran, rejeki, keberuntungan, dan cahaya dewa (sering dikaitkan dengan emas atau Dewa Sadhana sebagai dewa kekayaan). Kuning juga energi positif, kreativitas, dan keabadian.

Kombinasi ini menciptakan kontras kuat: hitam-putih untuk profesionalisme modern, kuning untuk nuansa spiritual dan kemakmuran.

3. Arti Simbol "Pipis Bolong" (Koin Berlubang)

Elemen utama logo adalah pis bolong atau uang kepeng Cina (koin bundar dengan lubang persegi di tengah), yang menjadi ikon perusahaan.

Bentuk bundar Melambangkan langit (surga), siklus kehidupan, keabadian, dan windu (kekosongan suci atau Omkara dalam ritual Bali).

Lubang persegi di tengah melambangkan bumi (segi empat sebagai arah mata angin), atau Panca Dhatu/Mahabhuta (lima unsur dasar alam: besi, perak, tembaga, emas, perunggu – masing-masing terkait dewa seperti Wisnu, Iswara, Mahadewa, Brahma, Siwa).

  • Harmoni langit-bumi (dualisme purusa-prakerti).
  • Simbol kemakmuran, rejeki, dan penolak bala (keberuntungan).
  • Dalam upacara yadnya: penyucian, penebusan kekurangan, dan lambang kekuatan dewa.
  • Secara historis  Akulturasi budaya Cina-Bali, di mana koin ini dulunya alat tukar dan kini sarana ritual.

Dalam konteks logo Simbol ini mengaitkan perusahaan dengan keberlimpahan rejeki (sesuai nama Sadhana) dan solusi sempurna (lubang sebagai “pusat harmoni” dalam imaging digital). Lingkaran kuning di sekitarnya memperkuat makna kemakmuran abadi.

Aksara Bali pada Teks Utama "Srisadhana Amerthanadi"

Logo Srisadhana Amerthanadi - Digital Printing Nusa Penida

Nama perusahaan ditulis dalam aksara Bali yang mengalir dan artistik, melengkung mengikuti bentuk simbol bulan sabit atau windu di sekitarnya.

Penggunaan aksara Bali di sini bukan sekadar estetika, tapi doa filosofis: perusahaan sebagai “sungai rejeki” yang mengalir harmonis, sesuai tagline “perfect solutions for digital imaging”,  solusi sempurna yang “mengalir” seperti amerta.

Aksara Bali pada Simbol Pis Bolong (Uang Kepeng)

Logo Srisadhana Amerthanadi - Digital Printing Nusa Penida

Simbol utama logo adalah pis bolong dengan lingkaran kuning, di mana aksara Bali ditulis melingkar di sekitar lubang persegi.

Dalam konteks logo : Aksara Bali pada pis bolong memperkuat tema keberlimpahan rejeki (Sadhana) dan harmoni sempurna dalam layanan imaging digital. Lingkaran kuning mengelilingi aksara ini menambah nuansa emas/kemakmuran, seolah “melingkupi” doa abadi.

Makna keseluruhan logo dengan aksara Bali semakin dalam: bukan hanya identitas bisnis, tapi talisman spiritual yang membawa harmoni langit-bumi, aliran rejeki abadi, dan kesucian dalam setiap “penciptaan gambar” digital. Desain ini mencerminkan akar budaya Bali yang kental, di mana aksara suci menjadi jembatan antara tradisi ritual (yadnya) dan kehidupan modern sejak 2010.

Studio, 18 Januari 2010

I Dewa Gede Matur

I Dewa Gede Herbi Astawa

Contact Me

Leave your message in the form below, and we will receive it by WhatsApp!